Sabtu, 26 Januari 2019

Hepatitis C Sulit Diatasi dan Berbahaya

Selamat berkunjung di website https://marriage-counseling-001.blogspot.com, situs yang memberikan informasi tentang segala macam penyakit, termasuk penyakit yang saat ini akan dibahas adalah penyakit Hepatitis. Penyakit ini terjadi karena munculnya peradangan pada organ tubuh bagian hati. Untuk mengetahui lebih lanjut Anda dapat simak pembahasan berikut ini.

Tidak Terdapat Gejala Khusus

Ketika hepatitis C mulai masuk ke dalam tubuh, tidak terdata gejala-gejala khusus yang dimunculkan. Gejala awal penyakit hepatitis ini selalu di salahartikan sebagai penyakit biasa. Oleh sebab itu, banyak pengidap penyakit hepatitis C yang tidak sadar bahwa dirinya sudah terkena penyakit tersebut.

CDC menunjukkan bahwa sekitar 70-80% pengidap hepatitis C akut tidak akan mengalami gejala-gejala yang berarti. Dengan kata lain, penyakit ini melawan hati secara diam-diam. Tetapi, sebagian orang bisa menderita sebagian gejala-gejala misalnya mudah kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, serta menderita nyeri pada perut. Namun, gejala-gejala tersebut selalu dibiarkan oleh para pengidap hepatitis sebab tampak seperti gejala penyakit biasa.

Hepatitis C akut bisa berkembang dan berubah menjadi hepatitis C kronis. Sebagian gejala baru akan berdatangan jika hati terkena hepatitis C akut, diantaranya yaitu timbul penyakit kuning, perut mengalami pembengkakan, urine berwarna gelap, tinja berwarna abu-abu, dan muncul nyeri pada sendi dan otot. Jika tidak diatasi lebih dalam, hepatitis C kronis bisa menjadi pemicu penyakit serius misalnya kanker hati dan sirosis.

Vaksin Belum Tersedia

Tidak seperti hepatitis A dan hepatitis B, penyakit hepatitis C masih belum dapat dihindari dengan menjalani vaksinasi. CDC menunjukkan bahwa para studi masih berusaha untuk meningkatkan vaksin pencegah hepatitis C. Hal inilah yang mengakibatkan hepatitis C menjadi lebih sulit untuk diobati daripada dengan jenis hepatitis yang lainnya.

Apalagi, virus hepatitis C cukp sulit untuk hilang dari dalam tubuh dengan cepat. Seseorang yang sudah pulih dari penyakit hepatitis C masih mempunyai kemungkinan untuk terkena penyakit yang sama di lain waktu. Walaupun vaksin untuk hepatitis C masih belum tersedia, bukan berarti bahwa penyakit hepatitis C ini tidak bisa diatasi. Hepatitis C akut pada biasanya bisa pulih dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa bulan. Tetapi jika virus hepatitis C masih tetap bertahan di dalam tubuh, dokter akan memberikan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan.

Pengidap hepatitis C kronis perlu dipabtau secara terus-menerus oleh dokter. Pengidap hepatitis C kronis harus teratur berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat-obatan apapun. Jika pengidap hepatitis C kronis menderita kerusakan hati lebih lanjut, mereka perlu diberikan vaksin hepatitis A dan hepatitis B.

Meskipun hepatitis C masih belum dapat dihindari dengan vaksinasi, kita bisa menjalani sebagian pencegahan untuk menjaga tubuh dari serangan virus hepatitis C. Untuk menghindari hati terkena virus hepatitis C, rajin-rajinlah untuk mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat. Tidak hanya itu, cegah juga pemakaian jarum suntik dan barang-barang pribadi secara bersamaan. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus hepatitis C dalam tubuh, kits bisa menjalani suatu tes yang bernama Hepatitis C Testing.

Hepatitis C Sulit Diatasi dan Berbahaya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Syifa Salsabila

0 komentar:

Posting Komentar